Kamis, 06 September 2012

Calon Arang

Seru dan menegangkan habis menonton Arja Calon Arang yang dipentaskkan  setelah persembahyangan 
di Pura Khayangan Dalem Bajera Tabanan..Apa sih sebenarnya Calon Arang itu..?Nah ini  dia beberapa penjelasan tentang kisah Calonarang yang di ambil dari Babad Bali dan Wikipedia.
Dramatari ritual magis yang melakonkan kisah-kisah yang berkaitan dengan ilmu sihir, ilmu hitam maupun ilmu putih, dikenal dengan Pangiwa / Pangleyakan dan Panengen. Lakon-lakon yang ditampilkan pada umumnya berakar dari cerita Calonarang, sebuah cerita semi sejarah dari zaman pemerintahan raja Airlangga di Kahuripan (Jawa timur) pada abad ke IX. Cerita lain yang juga sering ditampilkan dalam drama tari ini adalah cerita Basur, sebuah cerita rakyat yang amat populer dikalangan masyarakat Bali. Karena pada beberapa bagian dari pertunjukannya menampilkan adegan adu kekuatan dan kekebalan (memperagakan adegan kematian bangke-bangkean, menusuk rangda dengan senjata tajam secara bebas) maka Calonarang sering dianggap sebagai pertunjukan adu kekebalan (batin).
Dramatari ini pada intinya merupakan perpaduan dari tiga unsur penting, yakni Babarongan diwakili oleh Barong Ket, Rangda dan Celuluk, Unsur Pagambuhan diwakili oleh Condong, Putri, Patih Manis (Panji) dan Patih Keras (Pandung) dan Palegongan diwakili oleh Sisiya-sisiya (murid-murid). Tokoh penting lainnya dari dramatari ini adalah Matah Gede dan Bondres. Karena pagelaran dramatari ini selalu melibatkan Barong Ket maka Calonarang sering disamakan dengan Barong Ket. Pertunjukan Calonarang bisa diiringi dengan Gamelan Semar Pagulingan, Bebarongan, maupun Gong Kebyar. Dari segi tempat pementasan, pertunjukan Calonarang biasanya dilakukan dekat kuburan (Pura Dalem) dan arena pementasannya selalu dilengkapi dengan sebuah balai tinggi (trajangan atau tingga) dan pohon pepaya.
KIsah Calonarang 
Diceritakan bahwa Calon Arang adalah seorang janda penguasa ilmu hitam yang sering merusak hasil panen para petani dan menyebabkan datangnya penyakit. Ia mempunyai seorang puteri bernama Ratna Manggali, yang meskipun cantik, tidak dapat mendapatkan seorang suami karena orang-orang takut pada ibunya. Karena kesulitan yang dihadapi puterinya, Calon Arang marah dan ia pun berniat membalas dendam dengan menculik seorang gadis muda. Gadis tersebut ia bawa ke sebuah kuil untuk dikorbankan kepada Dewi Durga. Hari berikutnya, banjir besar melanda desa tersebut dan banyak orang meninggal dunia. Penyakit pun muncul.
Raja Airlangga yang mengetahui hal tersebut kemudian meminta bantuan penasehatnya, Empu Baradah untuk mengatasi masalah ini. Empu Baradah lalu mengirimkan seorang muridnya bernama Empu Bahula untuk dinikahkan kepada Ratna. Keduanya menikah besar-besaran dengan pesta yang berlangsung tujuh hari tujuh malam, dan keadaan pun kembali normal.
Calon Arang mempunyai sebuah buku yang berisi ilmu-ilmu sihir. Pada suatu hari, buku ini berhasil ditemukan oleh Bahula yang menyerahkannya kepada Empu Baradah. Saat Calon Arang mengetahui bahwa bukunya telah dicuri, ia menjadi marah dan memutuskan untuk melawan Empu Baradah. Tanpa bantuan Dewi Durga, Calon Arang pun kalah. Sejak ia dikalahkan, desa tersebut pun aman dari ancaman ilmu hitam Calon Arang.
Hubungan Calon Arang dengan Budaya Masyarakat Bali
Tradisi Calon Arang di Bali berkembang dalamberbagai bidang kehidupan masyarakat Bali, terutama lewat teks tulis, tradisi lisan, lakon seni pewayangan (wayang kulit Calon Arang), lewat seni lukis klasik dan modern, dramatari Calon Arang (pertunjukkan sakral dan pertunjukan wisata barong-rangda), dansatua-satua yang magis (tenget). 
Hubungan antara tradisi itu bertumpang tindih, saling melengkapi, serta menyatu dalam payung budaya dan tradisi masyarakat Bali yang religius, terutama karena adanya pemahaman terhadap nilai hakiki Calon Arang. Nilai itu, seperti : kalepasan, rwa-bineda, ruwat, darma, dan jalan menuju kematian.

Tradisi Omed - Omedan


Omed-omedan atau juga disebut Med-medan rutin digelar setiap tahun, sehari setelah hari raya Nyepi atau yang disebut sebagai hari Ngembak Geni. Konon, acara ini sudah diwariskan sejak tahun 1900-an dan hanya bisa ditemukan di Banjar Sesetan.
1. Siapa saja pesertanya

Tradisi ciuman massal di Bali
Tradisi ciuman massal di Bali
Pesertanya puluhan anggota Sekaha Teruna-teruni (perkumpulan pemuda pemudi) Satya Dharma Kerthi Banjar Kaja Sesetan. Tidak ada persyaratan tertentu untuk menjadi peserta acara itu. Siapa pun boleh ikut, asal merupakan anggota Sekaha Teruna-teruni di Banjar Kaja. Kecuali cuma satu: remaja putri yang sedang datang bulan tak boleh ikut serta, untuk menjaga kesucian acara.
2. Proses Acara

Tradisi ciuman massal di Bali
Tradisi ciuman massal di Bali
Acara diawali dengan persembahyangan bersama, dan dilanjutkan pementasan tarian barong bangkal (barong berkepala babi) sampai penarinya kesurupantanda bahwa acara ini mendapat izin dari Ida Bathara yang berstana (bersemayam) di Pura Banjar.
Selanjutnya, salah satu dari kedua kelompok pemuda dan pemudi kemudian diarak bergiliran untuk saling berpelukan dan berciuman. Dalam tradisi ini kedua peserta yang diarak ini tidak boleh memilik pasangan yang diciumnya. Aksi berpelukan dan berciuman ini akan dipisahkan setelah para peserta mendapat guyuran air dari panitia.
Setelah itu, Sekaha Teruna-teruni dibagi dalam dua kelompok. Sekaha Teruna (laki-laki) berdiri di satu sisi, dan anggota Sekaha Teruni (perempuan) berada di sisi lain. Setiap kelompok terdiri dari sekitar 30 remaja. Keduanya terpisah jarak sekitar 100 meter.
Aba-aba diberikan. Sejumlah petugas adat yang ditunjuk untuk mengatur acara meniup sempritan. Segera kemudian kedua kelompok saling berlari ke arah lawannya. Masing-masing mendorong seorang remaja yang diberi kesempatan pertama untuk saling berciuman, untuk kemudian ditarik secepat mungkin.
Namun, diam-diam ternyata mereka bisa meminta agar lawan yang akan dicium adalah si dia yang lagi dilirik. Jadi, baru kalau pesanan itu terpenuhi, adegan ciuman akan benar-benar berlangsung. Bila tidak, biasanya salah satu akan berusaha menghindar, meski terus dipaksa oleh kelompoknya.
3.Awal Tradisi Omed-omedan

Awalnya Raja Puri Oka marah besar melihat rakyatnya menggelar omed omedan (saling cium). Tak disangka Raja yang sakit justru sembuh setelah melihat upacara tersebut. Kini tradisi itu dijadikan ajang mencari jodoh.
Kepala Adat Banjar, Wayan Sunarya menceritakan, tradisi omed omedan itu merupakan tradisi leluhur yang sudah dilakukan sejak zaman penjajahan Belanda. Awalnya ritual ciuman massal itu dilakukan di Puri Oka.
Puri Oka merupakan sebuah kerajaan kecil pada zaman penjajahan Belanda. Ceritanya, pada suatu saat konon raja Puri Oka mengalami sakit keras. Sang raja sudah mencoba berobat ke berbagai tabib tapi tak kunjung sembuh.
Pada Hari Raya Nyepi, masyarakat Puri Oka menggelar permainan omed omedan. Saking antusiasnya, suasana jadi gaduh akibat acara saling rangkul para muda mudi. Raja yang saat itu sedang sakit pun marah besar.
Dengan berjalan terhuyung-huyung raja keluar dan melihat warganya yang sedang rangkul-rangkulan. Anehnya melihat adegan yang panas itu, tiba-tiba raja tak lagi merasakan sakitnya. Ajaibnya setelah itu raja kembali sehat seperti sediakala. Raja lalu mengeluarkan titah agar omed omedan harus dilaksanakan tiap hari raya nyepi.
Warga setempat meyakini, bila acara ini tak diselenggarakan, dalam satu tahun mendatang berkah Sang Dewata sulit diharapkan dan berbagai peristiwa buruk akan datang menimpa. Pernah pada 1970-an ditiadakan, tiba-tiba di pelataran Pura terjadi perkelahian dua ekor babi. Mereka terluka dan berdarah-darah, lalu menghilang begitu saja. Peristiwa itu dianggap sebagai pertanda buruk bagi semua warga Banjar.


Tradisi Ngurek


Bali terkenal sekali dengan keragaman adat dan budayanya. Mayoritas masyarakat Bali sampai sekarang masih mempertahankan penginggalan nenek moyangnya tersebut. Salah satunya yaitu tradisi Ngurek yang cukup ekstrem. Betapa tidak, Ngurek dilakukan dengan cara menyakiti diri sendiri dengan menusukkan senjata keris kepada tubuh. Hal demikian dilakukan dalam keadaan tidak sadarkan diri (kerasukan).
Tradisi Ngurek ini sangat erat kaitannya dengan ritual keagamaan dan dilaksanakan di sebagian besar wilayah adat Bali. Bahkan ada di beberapa wilayah yang mewajibkan untuk melaksanakan tradisi Ngurek atau yang disebut juga dengan “Ngunying”. Ngurek dipercaya oleh masyarakat yang melaksanakannya sebagai manifestasi dari pengabdiannya kepada Sang Hyang Widhi Wasa.
Ngurek sendiri berasal dari kata “urek” yang memiliki arti melobangi atau tusuk. Makanya tak heran implementasi ritualnya menurut kita aneh yakni dengan menyakiti diri sendiri. Ngurek dilakukan dengan jalan menusukkan keris ke bagian tubuh sendiri. Selain keris, Ngurek juga bisa dilakukan dengan tombak atau alat sejenis lainnya dalam keadaan pelakunya tengah kerasukan.
Anehnya orang yang tengah melakukan Ngurek seakan tak merasakan kesakitan. Hal demikian, katanya, disebabkan oleh adanya “bantuan gaib” dalam prosesnya kerasukan oleh roh lain selain hakikat jiwanya sendiri. Ngurek seperti dengan Debus di Banten yang juga lebih mengandalkan pada ketahanan dan kekebalan tubuh pelakunya. Namun biasanya pantangannya tak boleh ujub atau sombong.
Tradisi Ngurek tidak tahu kapan mulai dilakukan, konon ini terjadi pada jaman kejayaan kerajaan. Saat itu  sang raja ingin membuat pesta yang tujuannya untuk menunjukkan rasa syukur kepada Sang Pencipta dan sekaligus menyenangkan hati para prajuritnya. Setelah dilakukan sejumlah upacara, kemudian memasuki tahap hiburan, mulai dari sabung ayam, hingga tari-tarian yang menunjukkan kedigdayaan para prajurit, maka dari tradisi ini munculah Tari Ngurek atau Tari Ngunying.
Lokasi
Tradisi Ngurek dilakukan di wilayah-wilayah yang termasuk dalam desa adat Bali. Jadi, bisa dikatakan sebagian besar masyarakat Bali percaya dan melaksanakan tradisi Ngurek ini.

Senin, 03 September 2012

Ziarah Suci Ke Pura Alas Jagasari


Julukan sebagai pulau Seribu Pura memang pas untuk disematkan kepada Bali yang didalamnya terdapat banyak sekali tempat peribadatan umat Hindu itu. Pura Alas Jagasari merupakan pura di Bali yang memiliki keunikannya tersendiri. Pura ini ialah gabungan dari Bale Agung dan Pura Puseh. Uniknya, disekeliling pura ini dipagari oleh hutan kecil yang berisi berbagai tanaman untuk keperluan upacara keagamaan yang biasanya diadakan di Pura Alas Jagasari ini.
Kemungkinan besarnya Pura Alas Jagasari ini memiliki kedekatan dengan kerajaan-kerajaan di daerah Jawa Timur. Mengapa? Terlihat dari corak arsitektur yang ada di pura ini yang lebih menonjolkan arsitektur pada masa Kerajaan Kediri abad ke X-XI masehi. Didalamnya ada dua buah arca kuno yang dipercaya oleh penduduk sekitar sebagai manifestasi dari soso Raja Warmadewa atau Sri Kesari Ratna Bumi Banten dan juga Permaisuri Mahandradatta atau Gunapriya Dharmapadni.
Pembangunan Pura
Sebagaimana telah disebutkan diatas bahwa pura ini dibangun pada abad X – XI masehi dimasa Kerajaan Bali Kuno Wharmadewa berkuasa. Mengapa demikian? Karena disinyalir bahwa bentuk dan bangunan pura ini seumur dengan pura-pura yang adi di sekitar Pura Pegulingan, Pura Mangening, dan juga Pura Tirta Empul. Selain itu, keberadaan pura ini juga tertulis dalam sebuah prasasti di Pura Sakenan Manukaya dimana dalam prasasti tersebut tertulis nama Panempahan serta Wharmadewa saat menentukan daerah dan status predikan atau daerah yang dibebaskan dari pajak.
Dimasa dulunya Pura Alas Jagasari ini pernah didatangi oleh mantan orang nomor satu di republik ini Presiden Soekarno. Dan momen yang kerap dilakukan di pura ini ialah berbagai ritual dan upacara keagamaan. Beberapa fasilitas yang ada disini seperti pendopo dan pelataran parkiran yang cukup luas sehingga memudahkan Anda yang datang kesini dengan membawa kendaraan. Cobalah untuk mengunjunginya dan rasakan aura kerajaan yang masih kental.

Lokasi
Pura Alas Jagasari berada di Dusun Penempahan, Manukaya, Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali –Indonesia.

Selamat Berkunjung!

Pantai Di Bali


Kuta Beach
Kuta Beach

Pantai Kuta (pantai berpasir putih)
Pantai yang paling terkenal di Bali. Wisatawan yang berlibur di Bali tidak akan pernah lupa untuk berkunjung ke pantai Kuta, terutama pada saat matahari akan terbenam. Pantai Kuta merupakan salah satu tempat di Bali untuk melihat panorama terbenamnya matahari selain Pura Uluwatu, Pura Tanah Lot atau pantai Jimbaran. Dapat kita bayangkan setiap hari terutama pada sore hari pantai Kuta akan penuh dengan wisatawan domestic maupun mancanegara, menantikan matahari terbenam, berenang, atau sekedar jalan-jalan di sepanjang bibir pantai. Yang membuat pantai ini juga terkenal adalah ombaknya yang cukup tinggi untuk melakukan olah raga air terutama berselancar (surfing). Tidak heran kalau disepanjang pantai dapat dengan mudah kita menjumpai papan selancar yang disewakan. Anda mau mencoba?

smyk_pantai
Pantai Seminyak

Pantai Legian, Double Six dan Seminyak (pantai berpasir putih)
Terletak di utara pantai Kuta, pantai ini memberikan nuansa yang sama dengan pantai Kuta. Hanya saja karena lokasinya agak jauh dari pusat Kuta, pengunjung pantai Legian dan Seminyak tidak sebanyak di pantai Kuta. Namun tidak ada salahnya kalau anda suka tempat yang tidak terlalu ramai, pantai ini merupakan pilihan tepat untuk sekedar duduk-duduk menikmati suasana sore pantai Legian dan Seminyak.

Pantai Legian, Double Six dan Seminyak
smyk_pantai

Pantai Kuta
Kuta Beach
Pantai Jimbaran (pantai bepasir putih)

Pantai yang indah dengan pemandangan yang agak berbeda dengan pantai Kuta, Legian atau Seminyak kecuali panorama matahari terbenamnya. Terlihat di kejauhan banyak perahu tradisional sedang menangkap ikan dan juga ada perahu tradisional yang disewa oleh para wisatawan yang berselancar karena ombak yang ideal untuk berselancar letaknya agak jauh, bukan di pantai seperti halnya pantai Kuta. Di ujung utara pantai Jimbaran ada pasar ikan yang menjual berbagai jenis ikan segar. Pantai Jimbaran juga sangat terkenal dengan restorannya dengan menu khas masakan laut. Ada sekitar 24 restoran di pantai Jimbaran yang tidak pernah sepi dengan pengunjung yang ingin menikmati hidangan masakan laut sekaligus panorama pantai yang indah.
Jimbaran Beach Cafe
muaya-beach-jimbaran-bay

Pantai Uluwatu, Dreamland dan Padang-padang (pantai berpasir putih)
Pantai yang indah dengan ombaknya yang tinggi. Setiap hari kita akan melihat para surfer atau peselancar lalu lalang menuju ketiga tempat ini untuk menyalurkan hobi mereka. Dreamland adalah salah satu pantai yang paling baru di Bali tapi sudah cukup dikenal orang karena keindahan pantainya. Untuk mencapai tempat ini sedikit sulit jadi harus bawa tour guide atau sering tanya jalan agar tidak tersesat. Di Uluwatu ini juga anda bisa menyaksikan tari kecak sambil menikmati pemandangan sunset yang begitu indah. Jika ke Bali anda harus ke tempat ini.

Pantai Dreamland
dreamland6

Uluwatu 

Uluwatu
Pantai Nusa Dua (pantai berpasir putih)
Daerah selatan pulau Bali juga mempunyai pantai yang exotis, salah satunya adalah pantai Nusa Dua. Tidak mengherankan karena hampir semua hotel disepanjang pantai ini adalah luxury hotel atau hotel mewah yang berbintang lima.

Pantai Nusa Dua

nusa-dua-beach-pantai

Pantai Sanur (pantai berpasir putih)

Daerah Sanur merupakan daerah/desa wisata pertama yang berkembang di Bali, dan sampai saat ini kita masih dapat melihat dan merasakan suasana damai pedesaan dibandingkan dengan daerah wisata yang lain. Pantai Sanur merupakan pantai yang landai yang sangat ideal untuk berenang, bermain atau sekedar berjalan-jalan mencari kerang laut terutama pada saat air surut kita bisa berjalan sampai jauh ke dalam sekitar 400 meter dari bibir pantai.
Pantai Sanur


Pantai Tanjung Benoa (pantai berpasir putih)

Pantai ini sangat terkenal dengan aktivitas olah raga airnya seperti parasailing, windsurfing, glass bottom boat, waterskiing, jet ski dan masih banyak lagi. Dan kalau anda ingin mengunjungi pulau penyu, dimana kita bisa melihat banyak tempat penangkaran penyu, aktivitas tersebut umumnya dimulai dari Pantai Tanjung Benoa denga menggunakan boat yang bagian bawahnya terdapat kaca sehingga dengan mudah kita bisa melihat biota laut.
Pantai Tanjung Benoa


Pantai Candi Dasa (pantai berpasir putih).

Sekitar 2 jam perjalanan menuju timur pulau Bali, anda akan menjumpai daerah wisata yang cukup terkenal yaitu Candi Dasa dengan pantainya yang mempesona. Kegiatan yang umumnya dilakukan di daerah ini adalah snorkeling dan diving.

Pantai Candi Dasa


Pantai Amed dan Tulamben (pantai dengan pasir hitam dan berbatu)
Tidak banyak yang bisa kita lakukan di sepanjang pantai ini karena sangat kering dan berbatu, namun pemandangan bawah lautnya sangat menawan dan juga keramah-tamahan penduduk lokalnya membuat pantai ini banyak dikinjungi wisatawan.

Pantai Lovina (pantai berpasir hitam)
Pantai yang sangat terkenal di utara pulau Bali dimana kita bisa melihat lumba-lumba/dolphin di alam bebas mereka.
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

INFO PENTING

Kami sampaikan kepada semua pengunjung TNBA Blog, bahwa Kami disini bukanlah Pencipta Artikel ataupun Uploder, kami hanyalah Finder Artikel dan Juga Link - link terkait yang kami Posting. Admin adalah BLOGER Baru yang berasal dari PULAU DEWATA dengan Tujuan mulia untuk membantu Masyarakat untuk menemukan Artikel-artikel yang diinginkan dengan Mudah tanpa mengambil keuntungan dari semua Postingannya.

Salah satu Sumber kami :
1. www.parisada.org
2. singaraja.wordpress.com
3. piswayang.blogspot.com
4. www.stitidharma.org

Trima kasih atas perhatiannya

Admin

Bisnis Online

BALI

=====BALI=====

Bali adalah Pulau yang sering disebut dengan Pulau Seribu Pura, ini semua karena memang di Pulau ini memiliki banyak sekali Bangunan Pura Yang Megah di Setiap Lokasi di Setiap Desanya. Hal ini tidak terlepas dari Mayoritas penduduknya menganut Agama Hindu,,Hhhhmmmmmm kalau saya Bahas Bali disini akan sangat panjang, Kalau Agan2 Mau tau Bali seperti apa,,.??? Baca Postingan dari "TIANG NAK BALI AGA", temukan Informasi tentang Bali disini.

Suksma

Kategori

Blog Archive

Diberdayakan oleh Blogger.
 

Translate Here

English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google

Kunjungan

Followers

 

Visitors

free counters

Templates by Nano Yulianto | CSS3 by David Walsh | Powered by {N}Code & Blogger