Minggu, 09 September 2012

RITUAL LABUHAN MERAPI

LABUHAN MERAPI
Tiga butir “endog jagat” (telor dunia) yang dihadiahkan Ratu Kidul sebagai tanda cinta kepada Panembahan Senopati diberikan kepada juru taman di Keraton Kota Gede. Ayah dan paman Panembahan Senopati memang curiga dengan pemberian Ratu Kidul tersebut. Betul saja apa yang terjadi, setelah memakan telor tersebut sang juru taman semakin besar badannya, dan wajahnyapun menjadi aneh seperti raksasa. Wataknya pun berubah tidak seperti manusia lagi. Bahkan ia menyerang Panembahan Senopati. Perkelahian hebat terjadi. Namun deinikian karena kesaktiannya Panembahan Senopati akhirnya dapat mengalahkan juru taman yang telah berubah wujud tersebut.
Setelah dikalahkan raksasa itu diberi nama Sapujagat dan diminta untuk meninggalkan Kraton Mataram Lalu menetap di Gunung Merapi agar tidak mengganggu rakyat mataram. Panembahan Senopati berjanji akan mengirim Dhaharan dan pakaian setiap tahun, sambil meminta ki sapu jagat menjaga Gunung Merapi bila sedang “punya gawe” alias murka agar tidak mengenai rakyat Mataram.
ImageJanji Panembahan Senopati itulah yang kemudian ditradisikan sebagai upacara labuhan Merapi, sebagaimana dipaparkan oleh Mas Ngabehi Suraksohargo atau yang dikenal dengan Mbah Marijan, juru kunci gunung Merapi. Kisah itu pula yang diceritrakan dalam sendratari yang dipertunjukkan usai labuhan di Paseban Dalem, di halaman rumah Mbah Marijan.
Han itu Rabu (15/8/2007) masyarakat desa Kinahrejo tengah sibuk mempersiapkan upacara labuhan dalem Sri Sultan Hamengku Bhuwono X. Desa Kinahrejo adalah desa yang terletak paling Utara atau paling atas di lereng gunung Merapi. Labuhan dalem mi dilakukan untuk memperingati Jumenengan Dalem. Selain di Parangkusumo dan gunung Merapi, labuhan juga dilakukan di gunung Lawt. Meski upacara labuhan Merapi dilakukan kira-kira pukul 09.00 WIB, tetapi persiapannya telah dilakukan sehari sebelumnya. Halaman rumah Mbah Marijan, mulai Selasa pagi (14/8) sudah terlihat ramai. Ada panggung yang berisi seperangkat gamelan di halaman rumah. Pendopo rumahnya dibuka lebar-lebar dan digelari tikar.
Ratusan orang mulai berdatangan ke rumah Mbah Marijan. Memasuki pukul 03.00 Wib Rabu dini han, sebagaian abdi dalem yang betugas mempersiapkan upacara labuhan mulai naik ke paseban dalem, tempat yang akan dipakai untuk menggelar upacara labuhan Merapi. Jarak dan rumah Mbah Marijan antara 4-5 km naik ke arah puncak Merapi. Mbah Marijan dikenal berjalan begitu cepat ke puncak, ia berjalan begitu ringan. Tepat pukul 09.00 Wib upacara labuhan dilaksanakan. Mbah Marijan lebih banyak duduk, sedangkan para petugas mulai mengatur jalannya upacara dan doa hingga membagi-bagikan sesaji.
Demikianlah upacara labuhan Merapi yang dilaksanakan di Paseban Dalem gunung Merapi. Sebuah tradisi yang dilaksanakan oleh Keraton Yogyakarta, dan dilaksanakan oleh Mbah Marijan sang juru kunci Merapi serta para abdi dalem yang lain. (Keris vol.07-08 2007).
[WHD No. 526 Oktober 2010]

Image 

Labuhan Merapi Kembali Digelar

Kamis, 8 Juli 2010

Sleman  (ANTARA News) - Labuhan Merapi yang merupakan upacara adat yang diadakan setiap 30 Rajab (kalender Jawa) akan kembali digelar Senin dan Selasa (12- 13 Juli).
"Rangkaian upacara adat ini akan dilangsungkan di rumah juru kunci Gunung Merapi Ki Surakso Hargo atau Mbah Marijan di dusun Kinahrejo, Desa Umbulharjo, Kecamatan, Cangkringan, Kabupaten Sleman," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Sleman, Untoro Budiharjo, Kamis.
Menurut dia, upacara Adat Labuhan Gunung Merapi merupakan rangkaian upacara yang dilaksanakan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat dalam rangka peringatan jumenengan Ndalem (naik tahta) Sri Sultan Hamengkubuwono X yang diselenggarakan setiap 30 bulan Rejeb penanggalan Jawa.
"Berdasarkan legenda pelaksanaan labuhan Merapi berkaitan erat dengan latar belakang sejarah Kyai Sapu Jagad, Empu Rama, Empu Ramadi, Krincing Wesi, Branjang Kawat, Sapu Angin, Mbah Lembang Sari, Mbah Nyai Gadhung Wikarti dan Kyai Megantoro yang semuanya penguasa di Gunung Merapi," katanya.
Prosesi Labuhan Gunung Merapi diawali pada Senin (12/7) pukul 09.00 WIB berupa "srah-srahan ubarampe" secara simbolis dari Kraton Ngayogyakarta oleh utusan Ngarsa Dalem Sri Sultan HB X kepada Camat Cangkringan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan kepada juru kunci Gunung Merapi Ki Surakso Hargo.
Pukul 15.00 WIB dilaksanakan Kirab Budaya oleh prajurit Gandungarum dari Kaliadem, Dusun Ngrangkah menuju rumah juru kunci Gunung Merapi Ki Surakso Hargo dan pada malam harinya dilaksanakan kenduri wilujengan di rumah juru kunci dilanjutkan dengan macapatan oleh paguyuban Sekar Cangkring Manunggal.
"Kemudian Selasa (13/7) pukul 06.00 WIB dilakukan acara resmi Labuhan Merapi yang diawali kirab prajurit yang membawa `uba rampe` diiringi keluarga juru kunci, abdi dalem dan utusan Kraton dari rumah juru kunci menuju ke Kendit 2 dilanjutkan dengan doa-doa," katanya.
Ia mengatakan, upacara adat Labuhan Merapi merupakan kegiatan tahunan yang cukup besar dan telah melegenda serta telah menjadi "calender of event" yang tetap.
"Diperkirakan akan mendatangkan ribuan wisatawan domestik maupun manca negara yang akan melihat secara langsung ritual upacara adat yang masih kental kesakralannya di kalangan masyarakat umum," katanya.

(U.V001/Z003/P003)
COPYRIGHT © 2010

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih Atas Kunjungannya, Kami berharap Saudara meninggalkan sedikit kata Untuk Kemajuan Blog ini. Ini semua Untuk Bali, mari bersama Menjaga dan melestarikan Bali yang senantiasa indah dan Damai.

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

INFO PENTING

Kami sampaikan kepada semua pengunjung TNBA Blog, bahwa Kami disini bukanlah Pencipta Artikel ataupun Uploder, kami hanyalah Finder Artikel dan Juga Link - link terkait yang kami Posting. Admin adalah BLOGER Baru yang berasal dari PULAU DEWATA dengan Tujuan mulia untuk membantu Masyarakat untuk menemukan Artikel-artikel yang diinginkan dengan Mudah tanpa mengambil keuntungan dari semua Postingannya.

Salah satu Sumber kami :
1. www.parisada.org
2. singaraja.wordpress.com
3. piswayang.blogspot.com
4. www.stitidharma.org

Trima kasih atas perhatiannya

Admin

Bisnis Online

BALI

=====BALI=====

Bali adalah Pulau yang sering disebut dengan Pulau Seribu Pura, ini semua karena memang di Pulau ini memiliki banyak sekali Bangunan Pura Yang Megah di Setiap Lokasi di Setiap Desanya. Hal ini tidak terlepas dari Mayoritas penduduknya menganut Agama Hindu,,Hhhhmmmmmm kalau saya Bahas Bali disini akan sangat panjang, Kalau Agan2 Mau tau Bali seperti apa,,.??? Baca Postingan dari "TIANG NAK BALI AGA", temukan Informasi tentang Bali disini.

Suksma

Kategori

Blog Archive

Diberdayakan oleh Blogger.
 

Translate Here

English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google

Kunjungan

Followers

 

Visitors

free counters

Templates by Nano Yulianto | CSS3 by David Walsh | Powered by {N}Code & Blogger